[BMKD]Tiga Prinsip Dasar Menapak Jalan Keguruan

TIGA PRINSIP DASAR MENAPAK JALAN KEGURUAN

Tema ini adalah kelanjutan dari tema sebelumnya, yaitu…
TIGA PRINSIP DASAR MENAPAK JALAN KEILMUAN.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, nahwa…
Seluruh keilmuan kita adalah hasil pencerapan kita terhadap informasi.
Jika informasi yang masuk itu bermuatan buruk, maka…
Kita akan menyerapnya menjadi pemahaman-pemahaman yang buruk.

Masalahnya sekarang…
Mungkinkah informasi yang baik bisa keluar dari sumber yang buruk?
Jika hanya punya yang buruk, bisakah dia memberikan yang baik.

Baca lebih lanjut

[BMKD]Tiga Prinsip Menapak Jalan Keilmuan

TIGA PRINSIP DASAR MENAPAK JALAN KEILMUAN

1. Mohon perkenan maaf dari Anda semua…

Bahwa keseluruhan isi dari web ini…
hanyalah dipersembahkan kepada para pemerhati & perindu kebenaran.
Yang senantiasa menjaga semangat saling menghormati
terhadap pencapaian tingkat kebenaran seseorang,
yang bagi masing-masing orang, berada pada tingkat pencapaian yang berbeda.
Karena, adanya tingkat pemahaman kebenaran yang berbeda-beda itu…
adalah sebuah keniscayaan yang pasti terjadi & akan selalu terjadi.

Dengan semangat yang seperti itulah kiranya…
kita akan terhindarkan dari suasana saling menghukumi & menghakimi.
Namun justru…
akan kian mampu memanfaatkan adanya perbedaan pemahaman itu
sebagai sarana untuk saling tukar pemahaman, sharing & diskusi,
dengan tetap menjaga konsistensi proses & kerinduannya…
terhadap kebenaran yang lebih tinggi.

2. Mohon perkenan perhatian dari Anda semua…

Bahwa masalah-masalah serta pembahasan-pembahasan yang saya angkat di web ini,
keseluruhannya tak terlepas dari kaidah yang melandasi gerak proses keilmuan saya,
yang terumuskan dalam Tiga Prinsip Menapak Jalan Keilmuan yaitu:   Baca lebih lanjut

[BMKD]Wasiat Terpenting Dan termahal

WASIAT TERPENTING WARISAN TERMAHAL

SEMULA…
Motifasi saya menulis permasalahan-permasalahan yang sangat penting ini, adalah dalam rangka melaksanakan tugas kehambaan dibidang ke-orangtua-an, yang ingin membantu proses penyempurnaan anak-anaknya, kelak… setelah cukup umur mereka.

Andai suatu saat saya mati sebelum mereka dewasa, saya sudah menyiapkan warisan & wasiat untuk mereka. Sebuah warisan & wasiat yang amat mahal harganya. Berupa ilmu-ilmu tentang kunci-kunci & basis kehidupan yang amat mendasar. Ilmu-ilmu yang mengemban misi untuk menggapai MANAGEMENT BERFIKIR & MANAGEMENT KEHENDAK, MENUJU TERCAPAINYA MANAGEMENT TAUHID.

Sepanjang pemahaman saya sekarang ini… itulah pondasi kesuksesan hidup didunia, sekaligus sebagai pondasi kesuksesan kehidupan abadi.

Dan… Ilmu-ilmu tersebut mengemban fungsi yang… jauh melampaui fungsi pentingnya dari… Management Intelektual (MI), Management Emotional (ME), ataupun Management Spiritual (MS), Bahkan melampaui fungsi pentingnya Management Quantum Spiritual (MQS).

Baca lebih lanjut

[BMKD]Bismilahkan Segala Aktifita Kita

BISMLLAHKAN SEGALA AKTIFITAS KITA

Tiada yang lebih indah untuk mengawali seluruh rangkaian pembahasan dalam web ini, selain memulainya dengan kalimat penghambaan kita:

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Dengan Nama Alloh Yang Maha Rohmaan & Maha Rohiim.
Bukan sekedar Dengan Nama Pribadi, bukan sekedar Dengan Nama Keluarga, Masyarakat, atau Bangsa, juga bukan sekedar Dengan Nama Kemanusiaan, apalagi sekedar Dengan Nama Keuntungan, Hasil, ataupun Kebahagiaan.
Karena…
seluruh aktifitas manusia tergadai & bergantung pada motivasi & niatnya. Dan tiada niat para penghamba Tuhan… selain: Dengan Nama Alloh Yang Maha Rohmaan & Maha Rohiim.

WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH

Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Alloh.
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Utusan-utusan Alloh.
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Figur-figur Kebenaran.
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Kebenaran.
Karena… selain itu…
Hanyalah daya dan upaya yang mengakibatkan kerugian dan kehancuran.
Hanyalah daya dan upaya yang menjauhkan diri dari posisi kehambaan.
Hanyalah daya dan upaya yang mengikis kebahagiaan & meruntuhkan penghambaan.

TUJUAN merupakan hal terpenting dalam setiap aktifitas. Adalah faktor yang paling banyak mempengahuhi kepribadian hidup kita. Bahkan tujuan adalah dominator dari gerak proses kehidupan seseorang.

Masalah tujuan, seyogianya kita posisikan pada prioritas primer, untuk dipelajari, difahami, dibenahi, ditetapkan & ditegaskan.

Baca lebih lanjut

[BMKD]Membunuh Dan Dibunuh Persepsi

REFRESHING

Membunuh/Dibunuh Dalam Persepsi

*
Ilmu tak pernah mengenal Musyawarah. Ilmu tak mengenal kompromi.
Yang benar tetap benar & yang salahpun tetaplah salah.
Musyawarah & kompromi hanya ada dalam sikap-sikap sosial kemasyarakatan,
bukan dalam masalah argumentasi atau keilmuan.

Baca lebih lanjut

[BMKD]Konsekwensi Bagi Pembanding

KONSEKUENSI BAGI PEMBANDING

Maukah Anda meminum obat ?!

Seluruh manusia mencari kebahagiaan.
Kebahagiaan itu hanya ada dibalih kebenaran.
Maka manusia haruslah berjuang mencari kebenaran.
Kemudian mengambilnya seta memanfaatkannya.
Untuk menggapai kebahagiaannya.

Bagaimana tanggapan Anda…
Bila ada orang yang ingin sembuh dari sakitnya…
Ia amat ingin badannya menjadi sehat & bugar…
Ia telah memilih dokter… tapi tak mau berobat…
Atau… stelah berobat & diberi resep… ia tak mau membelinya…
Atau… setelah membeli obat… ia tak mau meminumnya…

…..?????!!!!!

Adakah orang yang berjuang mencari kebenaran…
Kemudian ia menemukannya…
Namun ia tak mau mengambilnya…

…..?????!!!!!

Bilapun ada yang seperti itu…
Semoga itu bukan Anda…
Dan juga bukan saya…

…..!!!!!

SALAM KAMI BUAT SEMUA YANG BERJUANG UNTUK KEBENARAN
APAPUN BAJU & BENDERANYA

source: http://berebutkebenaran.blogspot.com/2011/12/konsekuensi-bagi-pembanding.html

[BMKD]Proses Kerja Membanding

PROSEA KERJA MEMBANDING

Bisakah Anda membenarkan sesuatu yang Anda fahami salah ?!

Bila “proses kerja” berfikir adalah serangkaian urutan gerak akal
yang diawali dengan bertanya, mendata, menganalisa…
dan diakhiri dengan menjawab…

Maka yang dimaksud dengan “proses kerja” disini adalah
urutan kerja dari yang paling awal (yaitu “jelasnya tujuan”)
hingga “tercapainya tujuan tersebut”.

Setelah kita menetapkan tujuan,
memahami batasan masalahnya, & meletakkan validatornya…
maka kini kita akan memasuki sektor kerja berikutnya, yaitu:

1. Memahami obyek banding.
2. Membanding.
3. Mengambil hasil perbandingan.

1. BAGAIMANA MEMAHAMI OBYEK BANDING ?!

Bila kita dihadapkan pada dua alternatif, untuk memilih A atau B,
maka sebelumnya kita harus membanding.
Tentu, untuk bisa membanding dengan benar,
sebelumnya kita harus faham tentang A & juga tentang B.

Bisakah kita memilih A padahal belum faham tentang B?
Atau memilih B padahal belum faham tentang A?
Karena memang…
Hasil sebuah kerja membanding
sangatlah ditentukan oleh seberapa pemahaman kita
terhadap obyek-obyek yang kita bandingkan.

Berkaitan dengan masalah diatas,
minimal ada dua hal yang mesti diperhatikan, yaitu:

a. Prinsip keadilan dalam dunia informasi.
Masalah ini mengkait tentang “Sumber Informasi” & “Mata Rantai Informasi”.

b. Prinsip keadilan dalam mensikapi informasi.
- Menerima atau menolak informasi harus dengan hujjah.
- Tidak boleh tergesa-gesa menolak, tapi juga tidak tergesa-gesa menerima.
- Sangat perlu untuk menghidupkan budaya tabayyun.
- Menyadari bahwa daya serap manusia terhadap informasi, masing-masing orang tidaklah sama & relatif.
- Jangan mengatas-namakan pemahaman Andasebagai pemahaman pihak lain, manakala pemahaman tersebut masih bersifat relatif.
- Janganlah menilai orang lain dengan standar diri Anada.
- Tegakkanlah sikap tepo-sliro dalam dunia informasi.

Tanpa kedua prinsip tersebut (a & b),
kita akan terjebak dalam ketakadilan informasi.

2. BAGAIMANA MEMBANDING DENGAN EFEKTIF?!

Langkah pertamanya adalah memahami prinsip dasar (prinsip primer)
dari masing-masing obyek banding… kemudian membandingkannya.
Bila disitu terdapat perbedaan, maka ukurlah dengan validatornya,
maka Anda akan segera bisa menentukan hasil perbandingan.

Bila ternyata prinsip primernya sama, Baca lebih lanjut

[BMKD]BEREBUT MADZHAB

BEREBUT MADZHAB

Ditengah gugusan madzhab madzhab

Yah…
siapapun Anda… tentu juga termasuk saya…
Sadar atau tidak… suka ataupun tidak…
Kita semua ini hidup ditengah gugusan madzhab-madzhab…
Ditengah keaneka-ragaman & keaneka-jenisan madzhab-madzhab.

Bila istilah madzhab ini kita kaitkan dengan masalah ketuhanan,
kita akan mendapati adanya komunitas theisme & komunitas atheisme.
Kita akan mendapati adanya madzhab berketuhanan & madzhab anti tuhan.

Pada saat istilah madzhab kita kaitkan dengan kelompok yang bertuhan,
disana ada agama samawi & ada agama non-samawi.
Didalam kelompok agama samawi ada Yahudi, Nasrani & Islam.
Didalam Islam ada Ahlussunnah, juga ada Syi’ah…. dst…
Didalam suatu kelompok, terdapat kelompok yang lebih kecil.
Didalam suatu madzhab, didalamnya terdapat madzhab-madzhab kecil.

Manakala istilah madzhab ini kita hubungkan dengan masalah ilmu kalam,
disana ada Asy’ariyah, Mu’tazilah, & ada pula Imamiyah (Syi’ah Imamiyah).

Manakala istilah madzhab ini kita hubungkan dengan masalah fiqih,
disana ada Hanafiah, Malikiyah, Syafi’iyah, &ada pula Ja’fariyah.

Manakala…. dst,dst…
Bahkan ada madzhab yang tak bermadzhab.
Ada juga madzhab yang bebas madzhab.
Bahkan ada madzhab yang mengharamkan madzhab.

Didunia politik… ada Sosialisme, Kapitalisme, ada pula Islamisme.
Didunia politik Islam… ada Sistem Khilafah/syuro, ada Sistem Imamah/wasiat.
Didunia filsafat… ada Materialisme, Idealisme & Realisme.

Pada masing-masing madzhab…
didalam skup dunianya masing-masing… Baca lebih lanjut

[BMKD]TUJUAN MANUSIA

TUJUAN MANUSIA

Hendak kaubawa kemana hidupmu ?!

Seluruh manusia mempunyai tujuan yang sama, mencari & mendamba kebahagiaan. Letak bedanya hanyalah dalam memahami apakah sebenarnya kebahagiaan itu. Dimana letak kebahagiaan itu berada ?
Apa & dimanakah pusat kebahagiaan seseorang itu berada ? Setiap orang mempunyai tingkat pemahamannya masing-masing.

Kesitulah setiap orang menuju. Untuk itulah setiap orang berjuang. Bahkan disitulah nilai serta muara kehidupan setiap orang ditentukan.

Akal & Nafsu manusia masing-masing mencari & menawarkan kebahagiaan. Akal mensyaratkan harus melalui pintu kebenaran. Sedangkan Nafsu membolehkan lewat pintu mana saja. Yang satu serba benar, sedangkan yang lain serba boleh.

“Akal” mewajibkan dengan cara yang serba benar, sedangkan “Nafsu” menghalalkan segala cara. Yang pertama lebih sulit ketimbang yang kedua.

Akal selalu mengajak kepada kebenaran Tuhan secara bersama-sama. Nafsu selalu mengajak kepada kesenangan dirinya secara egois.

“Yang penting benar, itulah kunci kebahagiaan”, kata si akal.
“Yang penting senang, itulah kunci kebenaran”, kata si nafsu.

Pergolakan antara akal & nafsu adalah perang tanding yang menentukan hidup/matinya kebahagiaan tiap orang, bahkan sangat menentukan hidup/matinya kemanusiaan setiap orang. Disitulah seluruh kiprah hidup manusia dipertaruhkan. Disitu pula nilai kemanusiaan seseorang ditentukan. Untuk inilah para nabi diutus & kitab suci diturunkan. Demi membimbing akal manusia agar mampu mengelola nafsunya. Demi menyempurnakan kemanusiaan manusia & menggapai kebahagiaan sejati.

Selamat berbahagia bagi yang memenangkan akalnya. Dan, selamat berduka bagi yang memenangkan nafsunya.

Salam & hormat bagi yang memperjuangkan kebenaran. Kehinaanlah bagi yang memperjuangkan kesenangan.

Nah…
Kini, kemanakah tujuan hidup Anda?!
Kebahagiaan model yang manakah yang tengah Anda perjuangkan?!
Disitulah dasar nilai serta mutu hidup Anda.
Dari sinilah setiap orang membangun/meruntuhkan masa depannya sendiri-sendiri.

Semoga kita dipersaudarakan dalam kebenaran & berkah.

WALAA QUWWATA ILLA BILLAH.
“Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Alloh”.

Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Utusan-utusan Alloh.
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Figur-figur Kebenaran.
Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan Kebenaran.

Karena… selain itu…

Hanyalah daya dan upaya yang mengakibatkan kerugian dan kehancuran.
Hanyalah daya dan upaya yang menjauhkan diri dari posisi kehambaan.
Hanyalah daya dan upaya yang mengikis kebahagiaan & meruntuhkan masa depan.

source : http://berebutkebenaran.blogspot.com/2011/12/tujuan-manusia.html

[BMKD]IFTITAH

IFTITAH

Kita hidup ditengah alternatif-alternatif.
Kehendak bebas kita mengemban tugas untuk memilih alternatif yang benar. Apabila kita salah memilih, kita terpaksa menanggung konsekuensinya.

Kita telah memmilih teman, memilih jurusan pendidikan, & telah memilih jenis pekerjaan.

Masalah yang akan kita angkat dalam “Berebut Kebenaran” ini adalah…

Sudahkah kita memilih agama?
Yang dengannya kesuksesan dunia & akhirat kita ditentukan?

Sudahkah kita serius dalam memilih, melebihi keseriusan kita pada saat kita memilih teman hidup?

Logiskah kita memilih tanpa membanding?
Apakah keberagamaan Anda merupakan hasil kerja membanding Anda?
Atau sekedar ikut arus lingkungan & warisan orang tua/nenek moyang?

Adakah Anda merasa kesulitan dalam membanding agama-agama?
Mempelajari satu agama saja sebegitu sulit & rumit, bagaimana mungkin untuk membanding agama-agama?

Adakah kaidah-kaidah praktis dalam membanding?
Adakah sistematika membanding yang efektif?

Web “Berebut Kebenaran” ini mengemban misi untuk itu…
Untuk menjawab permasalahan-permasalahan itu.

source : http://berebutkebenaran.blogspot.com/2011/11/iftitah.html